Protes atas penggunaan pemain tidak sah di Divisi I yang diletupkan kubu Persibo Bojonegoro dituntaskan komisi disiplin (komdis) PSSI. Tak ada sanksi keras yang dijatuhkan oleh badan judisial PSSI itu terhadap beberapa pihak yang terkait dengan kasus tersebut.
Ketua Komdis Hinca Panjaitan mengungkapkan, pihaknya hanya memberikan sanksi berupa teguran terhadap dua klub yang terlibat dalam transaksi Rufus Armah Salue asal Liberia, yaitu Persid Jember dan PS Mojokerto Putra (MP). Satu pihak lainnya adalah agen yang mengatur kepindahan Rufus yakni agen Eddi Syahputra yang berbendera Ligina Sportindo.
“Ketiganya kami berikan teguran keras yang berisi peringatan, sesuai Pasal 64 Kode Disiplin PSSI. Ini karena kelalaian yang telah diperbuat masing-masing pihak untuk masalah tersebut,” ujar Hinca.
Menurut Hinca, meski sanksi hanya bersifat peringatan, hal itu hendaknya menjadi perhatian serius bagi ketiga pihak tersebut. Selain itu, sanksi teguran terhadap Eddi, tambah Hinca, merupakan kali pertama terhadap agen.
” Ini membuktikan penegakan disiplin juga berlaku pada semua komponen, termasuk agen pemain,” tambahnya.
Lebih lanjut Hinca menerangkan, kasus ini bermula dari lambatnya Persid mengurus kepindahan Rufus dari MP. Sementara, MP sendiri juga menghambat proses kepindahan tersebut. Hal tersebut memicu kubu Persibo melayangkan protes dan mendengungkan kabar Persid menggunakan pemain tidak sah.
(more…)