Archive for September, 2007

Divisi Utama 34 Tim, Divisi I Bengkak 48 Tim

Friday, September 28th, 2007

Sudah sepekan lebih Nurdin Halid berada dalam Rumah Tahanan (Rutan) Salemba. Meski berada di balik jeruji besi, sosok ketua umum PSSI itu masih saja mengumbar kontroversi. Seperti yang terjadi Jumat (21/9) pekan lalu. Diam-diam, dia membuat keputusan mengejutkan.

Apa itu? Lewat rapat Executive Committee (Exco/komite eksekutif), Nurdin memutuskan perubahan frontal di kompetisi Liga Indonesia musim depan. Kompetisi sepak bola Indonesia tahun depan dibagi dalam lima strata. Yakni, Superliga, Divisi Utama, serta Divisi I, II, dan III. Strata itu memang tidak terlalu bermasalah. Yang aneh adalah jumlah kontestan di tiap-tiap strata tersebut.

Untuk Superliga, sudah tidak ada masalah karena dihuni 18 tim. Divisi Utama menjadi 34 tim, Divisi I 48 tim, dan Divisi II 84 tim. Sedangkan Divisi III, jumlahnya tidak terbatas. Rincian itu tertuang dalam surat keputusan Kep/12/NH/IX/2007 yang ditandatangani Nurdin pada 23 September alias Minggu lalu.

“Ya, betul, ada SK tersebut. Cuma, SK itu masih sekadar menyebutkan jumlah peserta kompetisi dan belum berbicara masalah format. Sebab, format kompetisi masih nanti, menunggu kompetisi Divisi Utama musim ini selesai,” ucap salah satu anggota Exco Iwan Budianto setelah berkonsultasi dengan koleganya di Exco, Mafirion, kemarin (27/9).

Keluarnya SK tersebut jelas semakin menunjukkan bahwa PSSI di bawah kendali Nurdin merupakan organisasi yang tidak pernah lepas dari sikap inkonsistensi. Betapa tidak, dalam Manual Liga Indonesia (MLI) 2007, jumlah kontestan Divisi Utama musim depan disebutkan sebanyak 18 tim. Jumlah itu berasal dari sepuluh tim yang bertahan di Divisi Utama plus delapan tim yang promosi dari Divisi I.
(more…)

Persibo soal Peminjaman Varney ke Persebaya

Friday, September 28th, 2007

Hanya Ditawar Rp 60 Juta
Manajemen Persibo Bojonegoro akhirnya blak-blakan soal uang peminjaman Varney Pas Boakai oleh Persebaya. “Persebaya menawarkan jauh di bawah harga yang diberitakan di koran,” kata Imam Sardjono, asisten manajer bidang teknis Persibo, kemarin (27/9).

Hal itulah, kata dia, yang membuat manajemen Persibo tidak mau melepaskan Varney meski statusnya hanya pinjam.

Menurut dia, tawaran Persebaya sebenarnya hanya Rp 60 juta. Itu pun masih dibagi dua. Yakni, Rp 30 juta untuk Varney dan Rp 30 juta untuk Persibo. “Sementara kami masih harus membayar gaji Varney sampai akhir musim,” ujarnya.

Hal tersebut dianggap sangat merugikan Persibo. Apalagi, saat ini, Persibo masih harus melunasi sejumlah utang karena belum cairnya dana sisa dan uang hadiah dari PSSI. “Kalau hanya segitu, kami nggak usah juga nggak apa-apa,” tegasnya.
(more…)

Peminjaman Varney, Persebaya dalam Posisi Kalah

Thursday, September 27th, 2007

Persebaya Surabaya belum menemukan cara jitu untuk memuluskan rencana meminjam Varney Pas Boakai dari Persibo Bojonegoro. Ketidakcocokan harga membuat proses itu belum kelar hingga kemarin. Persibo bersikukuh dengan banderol Rp 200 juta, sedangkan Persebaya hanya mau maksimal Rp 100 juta.

Padahal, tim asal Kota Pahlawan itu berhasil menuntaskan proses lobi ke PSSI untuk meminta dispensasi mengganti Pablo Rojas yang cedera parah. Sayang, langkah lanjutan yang tidak kalah penting untuk mencari pengganti harus terganjal. Sementara pemain yang bersangkutan juga membutuhkan proses adaptasi.

Fakta itu memang membuat Green Force -julukan Persebaya- menyiapkam langkah alternatif dengan melirik penyerang dari klub lain. Namun, Varney adalah opsi pertama dan memang telah dibuktikan sendiri kualitasnya oleh manajemen saat laga puncak Divisi I di Stadion Manahan, Solo, pada 10 September lalu.

“Tidak banyak yang bisa kami lakukan untuk negosiasi dengan Persibo. Memang, kami akui bahwa Persebaya dalam posisi butuh. Tetapi, tidak begitu caranya, membuat harga seenaknya,” kata Lilik Suhartoyo, manajer Persebaya, kemarin
(more…)

Resep Gusnul Yakin Antar Persibo Bojonegoro Juara Divisi I

Thursday, September 27th, 2007

Keras, tapi Selalu Komunikatif
Tangan dingin Gusnul Yakin mengantarkan Persibo Bojonegoro menjuarai kompetisi Divisi I PSSI musim 2007. Sukses itu menambah deretan prestasi Gusnul selama berkarir sebagai pelatih.

Konsistensi Gusnul Yakin berkiprah di dunia sepak bola tidak perlu diragukan lagi. Sejak kecil, dia sudah memilih menghabiskan waktu bermain dengan mengolah si kulit bundar. Menapak usia senja, pria berusia 50 tahun itu masih memiliki semangat membara untuk terus bergelut dengan sepak bola.

Dengan pilihan itu, pria kelahiran Malang tersebut memiliki segudang pengalaman dalam tim yang berbeda, baik sebagai pemain maupun pelatih. Selama bermain, dia memperkuat lima klub. Sedangkan saat melatih, dia telah menangani sembilan tim.

Rentetan kerja keras Gusnul itu membuahkan prestasi yang patut diacungi jempol. Sebagai pemain, dia turut mengantarkan Warna Agung Jakarta menjadi juara Galatama edisi pertama pada 1979. Dasar bermental juara, ketika menjadi pelatih, dia sukses membawa Arema Malang juara Galatama 1992.

Yang paling baru adalah ketika dia mengantarkan Persibo Bojonegoro menjadi yang terbaik dalam kompetisi Divisi I PSSI musim 2007 pada 10 September lalu.

Tidak hanya itu. Gusnul juga sosok pelatih yang memiliki prestasi unik. Tercatat, dia berhasil membawa tiga tim berbeda secara berurutan naik kasta dari Divisi I ke Divisi Utama. Pada 2004, dia mengentaskan Persiba Balikpapan ke Divisi Utama Liga Indonesia (Ligina). Setahun berikutnya, dia mengatrol Persiter Ternate. Pada musim 2007, dia mengangkat Persibo ke Divisi Utama. “Saya merasa bahwa pencapaian prestasi tersebut adalah keberuntungan,” tuturnya.
(more…)

Gusnul Yakin : Antara PNS, Pegawai, dan Sepak Bola

Thursday, September 27th, 2007

Ada sisi lain yang tidak banyak diketahui publik mengenai pelatih sepak bola Gusnul Yakin. Suami Sustin Tiani itu merasakan perang batin untuk terus berkiprah di olahraga paling populer sejagat tersebut.

Sebagai manusia yang memiliki sisi pragmatis, Gusnul berkali-kali berada dalam persimpangan jalan antara terus berkarir di sepak bola atau memilih jalur lain. Setidaknya, ada tiga momen yang membuatnya harus berpikir keras untuk menentukan pilihan tersebut.

Ujian pertama dialami saat berkarir di Gajayana Malang pada 1977. Sambil bermain bola, pria asli Malang itu juga berprofesi sebagai pegawai tidak tetap di Pemda Kota Apel tersebut. Di tengah kecenderungan masyarakat yang mengagungkan profesi pegawai negeri sipil (PNS), dia berpikir untuk menetapkan hati di karir itu. Namun, karena tidak ujung diangkat, dia akhirnya memilih untuk tetap di sepak bola.

Rayuan serupa didapat ketika memperkuat Warna Agung pada 1979-1987. Saat itu, dia merangkap menjadi pegawai perusahaan sponsor klub, Decolit. Saat itu, dia merasa menemukan titik kenyamanan menjadi pegawai dalam detik-detik akhir karirnya sebagai pemain. Karena mungkin jalan hidupnya adalah sepak bola, tetap saja ada orang yang terus mengusiknya untuk tetap di jalur sepak bola.

“Saya terus didesak Endang Witarsa (pelatih Warna Agung saat itu) untuk membantunya. Dia terus meyakinkan saya mampu menjalani karir baru sebagai pelatih,” ungkapnya. Terus mendapat suntikan, Gusnul akhirnya memutuskan untuk bersedia mengawali karir kepelatihan di Warna Agung dengan menjadi asisten Endang Witarsa pada 1988. “Jadi, mungkin jalan hidup saya memang di sepak bola,” tuturnya.
(more…)

Hari Ini Jalani Tes di Arema?

Wednesday, September 26th, 2007

Rencana peminjaman stopper Persibo Bojonegoro Awono Christhoper ke Arema Malang terus dimatangkan. Bahkan, pemain yang di tim berjuluk Laskar Angling Dharma ini suka mengenakan nomor punggung 26 tersebut hari ini dikabarkan akan menjalani sejumlah tes di Arema.

Tes itu diperlukan untuk mengetahui kondisi dan kemampuan pemain sebelum dinyatakan layak bergabung dengan tim berjuluk Singo Edan tersebut.

“Kami sudah memberikan izin kepada yang bersangkutan,” kata Asisten Manajer Bidang Teknis Persibo Imam Sardjono kepada wartawan koran ini.

Menurut dia, karena selama liburan Awono berada di Jakarta, kemarin pemain yang bersangkutan terbang menuju Surabaya untuk selanjutnya menjalani tes di Malang. Sardjono menjelaskan, untuk bisa bergabung dengan Arema, pihak manajemen tim kebanggaan warga Malang itu memberikan beberapa persyaratan, termasuk tes kesehatan. “Baru setelah layak mereka akan mengirimkan surat permohonan pinjam pemain,” imbuhnya.
(more…)

Awono Juga Jadi Incaran

Tuesday, September 25th, 2007

Pemain asing Bojonegoro kian diminati klub-klub divisi utama angota Liga Indonesia XIII. Setelah striker Varney Pas Boakai ingin dipinjam Persebaya Surabaya, kini giliran Awono Christhoper yang dilirik Arema Malang.

Asisten Manajaer Bidang Teknisi Persibo Imam Sardjono menyatakan, kemarin pagi dirinya telah menerima telepon dari salah satu angota manajemen Arema Malang. Orang tersebut menyaatakan tertarik dengan kemampuan Awono. Kalau memungkinkan, pemain berposisi stopper itu ingin di pinjam tim berjulukan Singo Edan tersebut.

“Kalau siapa yang menghubungi, saya kira ngak usah disebutkan. Tapi dia jelas orang penting di manajemen Arema, ujar Sardjono.

Pria berkacamata itu menambahkan, masalah peminjaman Awono dirinya tidak dapat memutuskan sendiri. Karena itu dalam pembicaraan melalui telepon tersebut Sarjono meminta manajemen Arema untuk mengajukan surat resmi pemijaman pemain ke Persibo.
(more…)

Peminjaman Varney, Belum Ada Kata Sepakat

Monday, September 24th, 2007

Persebaya Surabaya memang telah mengirimkan surat permintaan resmi untuk meminjam striker Persibo Bojonegoro Varney Pas Boakai. Namun, surat itu bukan berarti pertanda Persibo akan begitu saja meminjamkan striker asal Liberia tersebut.

Menurut Asisten Bidang Teknis Persibo Imam Sardjono, sampai saat ini pihaknya belum ada kata sepakat dengan manajemen tim Persebaya. Alasannya, ada beberapa hal yang perlu dibicarakan lebih lanjut terkait peminjaman Varney.

Di antaranya, bagaimana status Varney ketika tim kebanggaan warga Kota Ledre ini membutuhkan tenaganya untuk turnamen Piala Gubernur misalnya. Juga, nilai kompensasi yang ditawarkan Persebaya untuk bisa mendapatkan striker yang suka bernomor punggung 7 itu. “Ada beberapa hal yang kami belum sepakat dan perlu pembicaraan,” katanya kepada wartawan koran ini.
(more…)

Bonus Juara dari BLI Belum Cair

Friday, September 21st, 2007

Sampai kemarin uang hadiah juara kompetisi divisi satu PSSI Rp 500 juta dan uang hadiah pemain terbaik Rp 50 juta belum cair dari Badan Liga Indonesia (BLI).

Hal itu diungkapkan oleh Abdul Mun’im, bendahara manajemen tim Persibo Bojonegoro. Menurut dia, pihaknya sudah berusaha menanyakan uang tersebut. “Kami sudah mengirimkan surat ke Badan Liga Indonesia agar uang hadiah tersebut segera dicairkan,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya telah berusaha menanyakan langsung uang hadiah Rp 500 juta ditambah uang hadiah pemain terbaik milik Iswandi Da’i Rp 50 juta.

“Jawaban BLI, uang dari PSSI sendiri juga belum cair,” katanya.

Yang jelas, tambah dia, manajemen Persibo sangat membutuhkan uang tersebut untuk membayar sisa bonus pemain Rp 150 juta, serta menutup utang manajemen ke pihak ketiga untuk biaya babak empat besar di Solo beberapa waktu lalu.
(more…)

Ajukan Dana Rp 5 M

Thursday, September 20th, 2007

Pengurus Persibo Bojonegoro mengusulkan anggaran Rp 5 miliar. Anggaran itu khusus untuk pembenahan dan perbaikan Stadion Letjen H Soedirman Bojonegoro yang menjadi kandang tim kebanggaan warga Kota Ledre ini.

Menurut Maftuchin, salah satu pengurus Persibo, usulan pembenahan stadion sudah disampaikan kepada tim anggaran pemkab setempat. Usulan tersebut, lanjut pria yang juga kabag perlengkapan itu, segera dibahas tim anggaran. “Persoalan disetujui berapa, yang penting kami sudah mengajukan,” tururnya.

Dari jumlah Rp 5 miliar itu, kata Maftuchin, Rp 3,5 miliar di antaranya digunakan untuk pembenahan lapangan stadion yang saat ini sudah gundul dan keras.

“Dana itu kan untuk pengerukan lapangan, pengurukan dan rumput lengkap dengan drainasenya,” katanya.
(more…)