Archive for the ‘Profil Pemain’ Category

Siswanto : Pentingkan Main Bagus

Friday, May 2nd, 2008

Nama Siswanto memang lebih kurang dikenal ketimbang Nama Syamsul Arief, Novan ataupun Supriadi. Maklum pemain yang masih kuliah di Unesa Surabaya tersebut baru bergabung di Persibo senior tahun ini.

Sebelumnya pemain dengan posisi gelandang tersebut merupakan pemain U-23 Persebaya Surabaya. Nama Siswanto baru dikenal sejak dia ditarik ke tim U-23 Persibo Bojonegoro musim lalu. Sejak itu penampilannya mulai dilirik pelatih Persibo Bojonegoro senior Gusnul yakin.

“Senang bisa bergabung dengan tim Senior kota saya sendiri,” kata suatu waktu kepada Radar Bojonegoro. Sebab selama ini ini dia adalah putra daerah Bojonegoro yang asli Desa Klepek Kecamatan Sukosewu.

Hanya pria yang dikenal pemalu dibandingkan rekan-rekannya tersebut tak segan untuk bertanya kepada para seniornya. Bahkan jika libur latihan pun dia juga jarang pulang dan lebih suka berada di Mess berkumpul bersama kawannya yang lain. “Tekadang juga main ke rumah teman,” kata Alumnus SMU Negeri 3 Bojonegoro ini.

Namun meski sifatnya pemalu dari informasi yang dihimpun wartawan koran ini dia memiliki pacar yang tinggal di Kecamatan Kota Bojonegoro. “Kalau soal itu ada tapi saya ingin main bagus dulu,” katanya dengan muka memerah.(ade)
(sumber : Radar Bojonegoro)

Supriadi : Libur Latihan, Pulang ke Desa

Tuesday, April 15th, 2008

Dibandingkan, Syamsul Arief dan Novan Setya, nama Supriadi belumlah terlalu dikenal di kalangan pecinta bola Bojonegoro.

Maklum, kesempatan bertanding yang diberikan kepada pemain muda Persibo itu masih sedikit. Jauh dibandingkan Syamsul yang kerap dipercaya menjadi pemain line up utama.

Meski demikian, dia tak patah semangat. Supriadi berlatih keras bersama pemain Persibo lainnya agar bisa mendapatkan jam terbang lebih bersama tim berjuluk Laskar Angling Dharma ini.

Lantas ke mana kalau hari libur latihan? Pemain asal Desa Klepek, Kecamatan Sukosewu itu mengaku lebih senang pulang ke desanya. “Ya kangen orang tua,” jawabnya singkat.

Di kalangan pemain Persibo, Supriadi dikenal sebagai pemain yang tak neko-neko. Dia lebih senang berada di kamar daripada keluyuran. “Daripada keluyuran saya memilih tidur di kamar,” katanya.

Setelah setahun lebih bersama Persibo, dia mempunyai kenangan tersendiri. Yakni, ketika menjadi pemain pengganti di Stadion Brawijaya Kediri melawan tuan rumah Persik Kediri di ajang Piala Copa. Selain itu adalah penampilan perdananya di hadapan publik, laga tersebut juga disiarkan langsung stasiun televisi swasta di tanah air. (ade)
(sumber : Radar Bojonegoro)

Varney : Pikat Ratusan Bocah

Monday, April 14th, 2008

Hanya segelintir pemain asing di Indonesia yang benar-benar peduli pembinaan sepak bola di Indonesia. Dari segelintir itu ada Varney Pas Boakay. Striker Persibo asal Liberia itu rela meluangkan waktunya untuk berbagi ilmu.

Ya, kemarin, di Lapangan Yonif 516 Branjangan, Larangan, Sidoarjo, pencetak gol terbanyak di Persibo musim lalu itu, memberikan coaching clinic kepada pemain-pemain dari Sekolah Sepak Bola (SSB) Delta Tunas Harapan.

Dalam acara itu, Varney akan berbagi teknik dan pengalamannya sebagai pemain sepak bola kepada ratusan pemain. “Saya suka kalau orang cinta bola. Apalagi anak-anak, saya mau bantu mereka,” ungkap Varney kepada Jawa Pos kemarin.

Di sisi lain, pelatih kepala DTH, Deddy Siswanto, menjelaskan, banyak pelajaran dipetik dari pemain asing yang punya pengalaman seperti Varney. “Saya harap, anak-anak bukan hanya belajar tentang teknik bermainnya saja, tapi sikap sebagai pemain sepak bola,” terang mantan penjaga gawang Persebaya Surabaya dan mantan pelatih penjaga gawang Persibo tersebut. (ham/ko)
(Sumber : Jawapos)

Gusnul Yakin : Antara PNS, Pegawai, dan Sepak Bola

Thursday, September 27th, 2007

Ada sisi lain yang tidak banyak diketahui publik mengenai pelatih sepak bola Gusnul Yakin. Suami Sustin Tiani itu merasakan perang batin untuk terus berkiprah di olahraga paling populer sejagat tersebut.

Sebagai manusia yang memiliki sisi pragmatis, Gusnul berkali-kali berada dalam persimpangan jalan antara terus berkarir di sepak bola atau memilih jalur lain. Setidaknya, ada tiga momen yang membuatnya harus berpikir keras untuk menentukan pilihan tersebut.

Ujian pertama dialami saat berkarir di Gajayana Malang pada 1977. Sambil bermain bola, pria asli Malang itu juga berprofesi sebagai pegawai tidak tetap di Pemda Kota Apel tersebut. Di tengah kecenderungan masyarakat yang mengagungkan profesi pegawai negeri sipil (PNS), dia berpikir untuk menetapkan hati di karir itu. Namun, karena tidak ujung diangkat, dia akhirnya memilih untuk tetap di sepak bola.

Rayuan serupa didapat ketika memperkuat Warna Agung pada 1979-1987. Saat itu, dia merangkap menjadi pegawai perusahaan sponsor klub, Decolit. Saat itu, dia merasa menemukan titik kenyamanan menjadi pegawai dalam detik-detik akhir karirnya sebagai pemain. Karena mungkin jalan hidupnya adalah sepak bola, tetap saja ada orang yang terus mengusiknya untuk tetap di jalur sepak bola.

“Saya terus didesak Endang Witarsa (pelatih Warna Agung saat itu) untuk membantunya. Dia terus meyakinkan saya mampu menjalani karir baru sebagai pelatih,” ungkapnya. Terus mendapat suntikan, Gusnul akhirnya memutuskan untuk bersedia mengawali karir kepelatihan di Warna Agung dengan menjadi asisten Endang Witarsa pada 1988. “Jadi, mungkin jalan hidup saya memang di sepak bola,” tuturnya.
(more…)

Iswandi Da’i setelah Meraih Predikat Terbaik Divisi I 2007

Thursday, September 13th, 2007

Tunggu Nasihat Bapak Tentukan Masa Depan
Menjadi pemain terbaik tentu menjadi impian semua pemain bola. Tak terkecuali gelandang Persibo Bojonegoro Iswandi Da’i.

Beberapa orang asyik menikmati alunan musik rock dangdut yang menggelegar dari sisi kiri sebuah panggung besar di depan Stadion Letjend H Soedirman, Bojonegoro. Mereka menikmati hiburan itu dengan duduk santai di bawah tenda di sekitar lokasi tersebut. Sesekali mereka berbincang, kemudian tertawa lepas.

Tak lama kemudian, dari belakang, muncul seorang laki-laki agak gemuk membawa tiga plastik es. Dia adalah Iswandi Da’i, gelandang Persibo yang baru terpilih sebagai pemain terbaik kompetisi Divisi I Liga Indonesia 2007. “Katanya mencari saya,” kata Iswandi lantas menyodorkan salah satu es yang dibawa kepada Radar Bojonegoro (Grup Jawa Pos).

Sehari sebelum partai final melawan Persikad Depok, Senin lalu, dia sempat mendapatkan bocoran dari manajemen Persibo bahwa dirinya menjadi salah satu kandidat pemain terbaik Divisi I tahun ini. “Saya diminta jangan sampai terkena hukuman kartu,” katanya.
(more…)